Sandal kesehatan: mau sehat kok sakit
Banyak hal yang saya dapatkan sewaktu pergi ke swalayan. Tentang hal sederhana atau hal baru menurut saya mampu menarik perhatian dan pikiran. Mendengarkan percakapan anak kecil dengan ibunya tentang sandal kesehatan membuat saya berfikir sepanjang berada di swalayan. Saya tahu bahwa sandal kesehatan yang berbentuk seperti benjolan keras ditelapaknya adalah benda yang dibuat untuk membuat kaki seperti dipijat, katanya sih untuk memperlancar aliran darah yang berasal dari kaki. Pijatan itu akan dirasakan saat telapak kaki mulai berjalan. Sensasi sakit yang ditimbulkan dari injakan benda keras tapi tumpul tersebut membuat saya sendiri tidak betah memakainya berlama-lama. Pasti sebagian besar atau memang banyak juga yang merasakan bahwa sandal kesehatan itu sakit. Meskipun sekarang sudah ada inovasi sandal kesehatan yang tidak berbahan keras namun tentunya yang beredar luas di pasaran adalah sandal dengan bahan keras tersebut. Bukan apa, memang harga yang memengaruhi. Segmentasi pasar sandal kesehatan berbahan dasar plastik keras adalah mereka yang berada di garis ekonomi menengah. Tentu harga yang ditawarkan terbilang murah dengan branding "sandal kesehatan ekonomis" bisa sehat dengan barang yang terbilang aman di kantong. Dengan begitu masih ada orang yang terpincut untuk membeli produk ini. Lalu untuk sandal kesehatan yang tidak begitu menyiksa adalah sandal dengan banderol yang lumayan mahal jika dilihat sebagai barang sederhana seperti sandal ini. Biasanya mereka (orang yang membeli sandal kesehatan) adalah orang-orang yang sudah berumur, paruh baya, atau bahkan lansia. Besar harapan bisa sehat dengan cara yang mudah yakni memakai sandal kesehatan. Jika biasanya hanya memakai sandal biasa, maka untuk beberapa waktu memakai sandal kesehatan untuk terapi kesehatan tentunya.
Kembali lagi ke anak kecil dan ibunya yang berada di depan saya. Ibu itu meminta anaknya untuk mengambilkan sandal dengan warna yang berbeda. Lalu si anak yang nampaknya belum mengetahui jenis sandal itu bertanya akan apa dan fungsi barang itu. Ibunya menjawab sandal kesehatan biar sehat. Si anak yang penasaran mencoba sandal itu. Beberapa saat si anak mengeluh sakit pada kakinya. Hahaha sama persis seperti saya saat pertama kali mencoba sandal kesehatan di arisan ibu-ibu. Saat itu ada SPG yang menawarkan produk kesehatan salah satu produk unggulannya si sandal kesehatan. Berbahan plastik dua warna hijau dan merah sedikit lentur tapi keras dibagian benjolan yang dibuat tinggi dan banyak.
"Sandal buat kesehatan kok malah bikin sakit." ucap si anak dengan polosnya yang dari belakang saya mengiyakan hal itu. Benar ya, kenapa untuk sehat kita harus sakit?. Tidak hanya tentang sandal saja. Tentang beberapa hal tapi tidak semuanya yang mengarah ke dalam bahasan kesehatan. Misalnya saja, mau sehat harus menjaga asupan makanan dengan makanan yang tidak mengandung lemak berlebih, harus perbanyak makan sayur dan buah. Padahal menurut saya, menikmati mie instan kuah lengkap dengan rebutan telur, sosis, dan tempura goreng dengan tambahan bumbu buatan sendiri yang ditambah ekstra minyak saat menumis adalah perpaduan yang nikmat enak tiada tara. Banyak makanan berteman yang enak namun bersifat jahat karena dapat menimbulkan penyakit. Kegiatan bersantai seperti rebahan juga tidak kalah nikmatnya. Namun jika berlebihan juga tidak baik untuk kesehatan. Jika untuk sehat harus sakit dan harus melakukan hal yang tidak enak, pastinya bukanlah menjadi pandangan semua orang. Olahraga yang menurut saya saja sangat berat dan menyiksa tapi bisa menjadi kegiatan yang sangat menyenangkan bagi penggemarnya. Demi kesehatan, menjaga tubuh untuk tetap sehat itu baik. Maka tidak ada salahnya untuk memberikan tubuh hal yang baik seperti asupan dan barang kita kenakan.
Komentar
Posting Komentar