Jika Sapardi Djoko Hujan di Bulan Juni Maka Aku Hujan di Bulan Juli

                     picture by Pinterest 

Tulisan ini bukan tentang puisi romantis yang biasa ditulis oleh penyair hebat Djoko Sapardi. Melainkan hanya pengungkapan seorang penulis seperti saya ini yang akan menceritakan tentang hujan di bulan Juli pada tahun ini. Bulan Juli adalah bulan segala rencana yang akhirnya harus tertunda atau batal dikarenakan adanya kondisi alam yang tidak menentu. Selain karena pandemi, hujan juga menjadi halangan terlaksananya niat baik. Padahal hujan adalah bentuk curahan rahmat dari Tuhan. Tapi nyatanya beberapa kegiatan atau acara batal dilaksanakan karena hujan. Saya sendiri sedikit kaget ketika bangun di pagi hari yang saya kira masih pagi. Karena gelap dan dingin sekali waktu itu. Ternyata waktu sudah menunjukkan pukul delapan lebih. Menengok jendela dan mendapati tanaman basah karena air hujan. Alangkah semalam atau dini hari tadi hujan?. Benar saja. Seharusnya tidak perlu kaget. Karena memang Indonesia selalu mengalami musim pancaroba. Saya dulu menganggap bahwa pembagian musim di Indonesia adil. Yakni setengah tahun musim hujan, setengahnya lagi musim kemarau. Nyatanya tidak. Musim tidak menentu karena diakibatkan pemanasan global di bumi. Jika sebulan lalu saya merasakan teriknya matahari setiap hari. Di bulan Juli ini hawa dingin menyambut disetiap pagi. Dikala panasnya siang bahkan hingga malam, hal yang dirindukan adalah suasana kehangatan dalam dingin hujan. Beberapa orang menyambut hujan dengan kopi hangat, teh hangat lengkap dengan cemilan hangatnya. Begitulah cara pas menikmati hujan saat waktu senggang. Atau bahkan bermalas-malasan diatas kasur dan menarik selimut dengan alasan hawanya bikin mager. Tidak berlangsung lama, hal itu hanya berlaku selama beberapa waktu setelah hujan turun. Diwaktu selanjutnya keluhan-keluhan mulai datang. Banyak yang akan bepergian namun terhalang oleh hujan. Ada yang sudah dijalan tapi tidak membawa jas hujan lalu menepi. Ada yang memilih untuk tidak pergi karena hujan lebat disertai angin dan petir yang menakutkan. Ada orang yang bercanda begini "Cuma hujan air." biasanya reaksi tersebut dilontarkan bagi mereka yang enggan pergi atau yang menunda pergi karena hujan. Ya memang benar hanya air kalo hujan meteor mungkin kiamat. Astaga semoga tidak ya. Hujan meteor cokelat seperti iklan sereal malah ndak papa. Hujan membawa molekul air yang dibentuk diawan dan akan turun ke bumi. Tapi sangat merepotkan jika kehujanan, karena semua bisa basah. Apakah nyaman datang ke suatu tempat dengan penampilan yang basah kuyup?. Tentu tidak. 
Hujan di bulan Juli panasnya disyukuri. 

Komentar