Penggunaan Bahasa Slang Dalam Berkomunikasi

   picture by Pinterest @familyeducation

Prolog

Dengan kemajuan zaman di era globalisasi ini penggunaan bahasa dalam berkomunikasi semakin beraneka ragam bentuk penggunannya. Khususnya bagi kalangan muda mudi yang ingin selalu mengikuti arus globalisasi tersebut. Atau katakanlah arus perkembangan zaman yang melahirkan keanekaragaman bahasa. Menggunakan bahasa slang atau bahasa gaul lumrah diterapkan dalam berkomunikasi di kehidupan sehari-hari. Baik dengan teman sebaya, teman tongkrongan, teman ngampus ataupun yang lain. Menggunakan bahasa slang yang sedang trend mengartikan bahwa seseorang tersebut merupakan orang yang kekinian atau sesuai dengan perkembangan zaman. Hal ini sebenarnya juga penting apabila kita sedang berkomunikasi lisan baik secara langsung seperti ngobrol face to face ataupun secara tidak langsung seperti komunikasi dalam bentuk tulisan dalam chatting media sosial. Jika kita tidak mengetahui bahasa yang digunakan lawan bicara kita saat proses komunikasi itu berlangsung maka keberhasilan dalam komunikasi pun sulit dicapai. Ketidakpahaman seseorang dalam menginterprestasikan bahasa menjadi penyebab rancunya informasi yang diterima atau disampaikan. Maka dari itu pengetahuan kita akan ragam bahasa khususnya bahasa slang dirasa perlu. Sebelum jauh menjabarkan komunikasi antar pribadi dengan bahasa slang ini. Terlebih dahulu kita akan membahas segala sesuatu tentang bahasa slang.

Bahasa

Bahasa adalah simbol-simbol yang digunakan untuk menyatakan gagasan, ide, dan perasaan seseorang kepada orang lain. Manusia tidak dapat hidup tanpa menggunakan bahasa, baik bahasa lisan maupun bahasa tulisan. Mulai dari bangun tidur, makan, mandi, sampai tidur lagi, atau melakukan berbagai aktivitas manusia lainnya. Semua tidak luput dari adanya penggunaan bahasa. Melalui bahasa pula manusia dapat saling berhubungan atau berkomunikasi, saling berbagi pengalaman, saling belajar dari yang lain, dan meningkatkan kemampuan intelektual.  (Setyawati 2016) Bahasa digunakan di segala bidang kehidupan manusia untuk berkomunikasi karena fungsi bahasa yang paling mendasar adalah sebagai alat komunikasi antar manusia. Fungsi bahasa tersebut tergantung pada siapa, apa, kepada siapa, tentang apa, dimana, bilamana, berapa lama, untuk apa dan dengan apa bahasa itu digunakan. Penggunaan bahasa yang sesuai dan tepat dapat mempengaruhi bagaimana kita dalam berkomunikasi. Karena bahasa sendiri memiliki fungsi penting dalam komunikasi.

Bahasa sendiri terdiri dari bahasa baku (formal) dan bahasa tidak baku. Bahasa tidak baku inilah yang seringkali digunakan oleh kaum muda mudi dalam melakukan komunikasi atu berinteraksi dengan yang lainnya. Penggunaan bahasa tidak baku dikalangan remaja dikenal dengan istilah slang yang dalam bahasa Inggris artinya bahasa gaul. Slang ini merupakan tanda kemajuan peradaban di Amerika yang muncul sejak beratus-ratus tahun lalu, tepatnya pada abad ke-18. Yang pada awalnya dianggap sebagai bahasa yang digunakan oleh kaum rendahan untuk menunjukan eksistensinya. Hal ini menjadikan bahasa slang tidak berkelas. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, orang-orang lebih suka menggunakan bahasa slang dalm kehidupan sehari-hari mereka. Alasannya tidak lain karena bahasa slang lebih ear catching atau mudah digunakan. Lalu penggunaan istilah bahasa slang ini mulai digunakan oleh beberapa negara, salah satunya negara kita, Indonesia. Namun penggunaan bahasa slang di Indonesia tentunya berbeda. Karena menyamakan dengan bahasa negaranya masing-masing pula.

Slang yang merupakan ragam bahasa musiman yang dituturkan oleh kelompok sosial tertentu dalam situasi informal biasanya digunakan untuk berkomunikasi internal di dalam suatu kelompok ataupun untuk membina identitas diri. Bahasa slang ini memiliki sifat berkala yang biasanya banyak digunakan oleh kaum remaja atau kelompok sosial tertentu dan sering digunakan dalam percakapan sehari-hari.Bahasa slang muncul akibat pengaruh lingkungan. Bahasa slang terbentuk berdasarkan konvensi di antara pengguna bahasa. Yang dimaksud konvensi adalah kesepakatan. Artinya para pengguna bahasa (red. Muda mudi) telah menyepakati untuk menggunakan bahasa slang tersebut dalam lingkungan pergaulannya. Namun faktanya, apabila bahasa slang tersebut digunakan diluar pergaulan yang membentuk bahasa tersebut, maka seringkali terjadi kebingungan. Harapan penggunaan bahasa slang ini juga agar perbincangan dalam lingkup pergaulan bisa lebih santai dan tidak menggunakan bahasa formal. Bahasa slang ini juga bisa dikatakan bahasa yang lebih asik untuk diucapkan saat muda mudi sedang melakukan obrolan. (Setyawati 2016)

Apa Itu Bahasa Slang?

Bahasa slang bukan bahasa yang lahir dari sekumpulan anak band Slank ya sob 😆. Bahasa slang atau bahasa gaul atau prokem merupakan peribahasa yang sering digunakan dalam berkomunikasi antar muda mudi ini mempunyai berbagai macam ragam. Contoh bahasa slang tersebut sangat banyak sekali ragamnya. Mengambil contoh kalimat slang yang sudah sangat lumrah yaitu bahasa “mager” yang mempunyai artian males gerak. Mungkin kalimat ini jika diungkapan dikalangan orangtua, misal anak berbicara kepada orangtua menggunakan kalimat ini. Maka orangtua pun pasti akan merasa bingung dan tidak mengerti apa maksud dari kalimat itu. Pernah juga hal ini terjadi dikehidupan sehari-hari, komunikasi antara anak dan orangtua. Dalam pemikiran orangtua, kalimat mager ini malah diucapkan kembali dengan kalimat “Pager”. Berbeda huruf awalnya, m dengan p, namun kebanyakan orangtua memang menganggapnya kalimat mager sama dengan pager. Bahasa slang yang bermacam-macam tersebut sebenarnya juga merupakan bahasa yang keluar dari tatanan penulisan bahasa Indonesia yang benar. Contoh lagi, kalimat slang “Baryaw” yang artinya sabar ya. Bahasa-bahasa slang ini jika ditelaah lagi, seolah-olah para muda mudi ingin menggunakan bahasa yang lebih simple atau lebih sederhana dari biasanya. Bahasa slang ini terkadang juga hanya menggunakan potongan-potongan dari keseluruhan huruf pada kalimat sehingga memunculkan sebuah singkatan. Bahasa slang digunakan karna bahasa yang mudah diterima dan dipahami oleh para remaja tersebut sering digunakan baik secara langsung ataupun tidak langsung. Seperti bahasa yang mereka gunakan di sosial media atau bahasa yang mereka gunakan saat chattingan dengan teman-teman remaja mereka. Penggunaan bahasa slang di sosial media merupakan penggunaan bahasa slang secara tidak langsung karena melalui perantara media gawai. Banyak para remaja yang menggunakan bahasa slang dengan update-an mereka di media sosial.

Bahasa slang terdiri dari bahasa slang yang halus dan ada juga yang kasar. Bahasa slang yang halus seperti mager, baryaw, leh ugha (boleh juga) dst merupakan bahasa yang masih dirasa lebih sopan atau tidak melanggar kesopanan. Tidak mengandung kata-kata kasar, tidak pantas, ataupun buruk, berisi umpatan atau hinaan kepada seseorang yang dapat menimbulkan ketidaktentraman. Justru maksud komunikasi ini tidak efektif malah menimbulkan masalah. Sedangkan bahasa slang kasar seperti nolep, jika disampaikan kepada orangtua. Nolep ini artinya tidak hidup, jika oragtua bermaksud meminta kejelasan dari kalimat ini. Lalu kita akan menjelaskan sesuai arti yang sesungguhnya, yaitu tidak hidup. Maka bisa saja orangtua berpikiran kita telah lancang karena seperti seolah-olah atau berharap, mendoakan agar tidak hidup. Namun hal ini adalah contoh kalimat yang sebenenarnya biasa saja jika kita memeperhatikan subjek penyampainnya. Maksudnya, kalimat yang penulis tuliskan sebagai kalimat dalam bahasa slang kasar tadi menjadi kasar apabila kita salah dalam tujuan menyampaikannya kepada siapa bahasa slang itu disampaikan.

Dalam komunikasi antar pribadi atau Interpersonal Communication penggunaan bahasa yang digunakan saat berkomunikasi ini menjadi salah satu faktor keefektifan berkomunikasi. (ijoe 2010) Penggunaan bahasa slang dalam berkomunikasi baik antar personal atau lebih harus tetap memperhatikan kesantunan bahasa. Kesantunan bahasa merupakan suatu konsep kebahasaan yang mampu mengontrol emosional dalam berkomunikasi, sehingga tutur kata yang diucapkan tidak berdampak menuju permasalahan komunikasi. Penggunaan bahasa slang tersebut juga harus memperhatikan batasan-batasan. Kita juga harus memperhatikan lawan bicara kita. Ketika kita menyampaikan suatu hal dengan menggunakan bahasa slang ini, saat lawan bicara kita tidak mengerti bahasa apa yang kita gunakan maka arah pembicaraannya bisa dikatakan tidak sinkron (nyambung). Dalam karateristik komunikasi dialogis juga dikatakan adanya upaya dari pelaku komunikasi untuk membangun pengertian bersama (mutual understanding).

Apa Sih Yang Perlu Diperhatikan Dalam Penggunaan Bahasa Slang?

Dalam penggunaan bahasa slang, kita juga harus memperhatikan etika dalam berbicara. Bahasa slang ini digunakan hanya sebagai bahasa gaul yang seharusnya tidak keluar dari nilai-nilai kesopanan. Bahasa ini digunakan agar lebih ringan saja dalam penyampaian maksud. Penggunaan bahasa sehari-hari dengan menggunakan bahasa slang ini juga diharapkan tidak menimbulkan kegusaran, kemarahan, dan rasa tersinggung dari pihak pendengar atau lawan bicara kita. Apabila maksud yang kita sampaikan tidak diterima baik oleh lawan bicara kita, maka hal ini bisa dikatakan sebagi miskomunikasi, salah, persepsi atau salah dalam menafsirkan. Penggunaan bahas slang ini terkadang juga agar lebih efisien juga dalam berkomunikasi sehingga para muda mudi lebih suka memasukkan bahasa slang ini dipercakapan mereka. Tidak dipungkiri lagi bahwa bahasa slang adalah bahasa kaum remaja.

Lalu Bagaimana Untuk Penggunaannya?

Dalam hal ini, penulis memberikan beberapa saran yang mungkin bisa bermanfaat. Dalam penggunaan bahasa slang ini, penulis berharap agar pengguna bahasa slang mampu menggunakannya hanya kepada teman, ataupun orang yang tidak lebih tua. Perhatikan pula situasi dan kondisi saat berbicara. Penggunaan bahasa slang boleh-boleh saja asal tau waktu dan tempat. Slang ini hanya cocok digunakan untuk situasi dan kondisi yang sangat santai dan bebas, misal saat kita nongkrong bersama teman-teman. Bahasa slang ini tidak dianjurkan saat kita dalam situasi forum formal. Misalnya saja saat kita melakukan pidato, presentasi didepan guru atau dosen, dan lain sebagainya. Lalu hal lain seperti, jangan sampai mengucapkan sesuatu yang dapat menyinggung orang. Hal ini karena tidak semua orang menyukai bahsa slang, meski mayoritas semua orang menyukai bahasa sang ini dengan baik. Namun alangkah baiknya jika saat akan menyampaikan atau mengatakan bahasa slang ini, kita harus memilih slang yang ringan dan tidak berpotensi menyinggung orang yang sedang kita ajak bicara.

Hal lain yang sangat penting juga adalah, hindari perkataan yang berbau kasar. Ada banyak sekali kosakata dalam bahasa salang yang ringan tadi sampai dengan bahasa slang yang dianggap kasar. Sebagian kecil dari bahasa-bahasa slang itu mempunyai maksud “kotor”. Meski kita sedang berbicara dengan orang yang akrab dengan kita sekalipun, namun jangan pula menggunakan bahasa slang kasar yang bukannya berkesan gaul justru bisa jadi orang lain tersebut menganggap kita celometan. Ini karena tingkat sensitifitas orang tentunya berbeda satu dengan yang lainnya. Terakhir, jangan mengubah semua kata menjadi bahasa slang. Slang ini dipenuhi dengan singkatan-singkatan, jadi jangan menyingkat semua kata-kata yang tidak perlu  disingkat. Terkadang bukan tampak gaul, namun slang yang dibuat-buat agar bisa dikatakan gaul justru menimbulkan ketidak maksudan orang lain dalam menerima, mengartikan atau memahami kalimat slang itu. Hal ini justru akan mempersulit kita dalam berkomunikasi.

 Itu dia serba serbi bahasa slang. Tetap berbahasa yang baik ya PERSPECTIVVers. Ingat lisan adalah salah satu bentuk cerminan diri. Tidak ada buruknya menggunakan bahasa slang. Namun penting hati kita untuk menghindari penggunaan bahasa slang yang mempunyai arti tidak baik ya. Mari lesatrikan bahasa yang baik untuk komunikasi yang baik. :) 

Komentar