Keluarga Hena "Andana dan Kucing Cokelatnya"
Keluarga Hena
"Andana dan Kucing Cokelatnya"
Mungkin benar apa yang dikatakan teman pena ku. Selain makanan, kucing juga butuh hal lain, usapan. Sangat mudah sekali dilakukan, namun berdampak besar. Seperti kucing ku coklat, dia memang tampak pemarah dan sulit berteman. Namun ketika aku memberikan sentuhan lembut, ia mencari-cari ku. Untuk sekedar tidur diatas pangkuan ku. Ya semua orang memang takut padanya, kecuali aku. Wajah coklat bengis dengan cakar panjang.
Sembari melihatnya tertidur, barangkali dia memang sama seperti ku. Selalu menjadi pemarah karena tidak mampu mengungkapkan apa yang ia rasakan. Ah tapi, jika ini menyangkut si coklat. Memang benar, apa yang bisa ia ungkapkan. Selain hanya mengeong. Tapi, konsepnya begini. Ya memang benar dia tidak bisa mengungkapkan apa yang ia rasakan. Aku tidak memahami bahasanya. Namun di dunianya, tentu saja bahasanya akan mudah dipahami oleh mereka yang sebangsa. Dan barangkali memang ada hal yang tidak mampu ia ungkapkan.
Menurut ibu, kucing zaman sekarang lupa tugasnya untuk mencari tikus. Padahal di desa digunakan menakuti tikus untuk mengamankan lumbung padi.
Fakta : kucing menjadi pemarah menurut peneliti karena jika merasa terganggu dan tidak nyaman.
Komentar
Posting Komentar