Kita Semua Punya Mimpi Masa Depan
Pagi yang menyekat dingin disela-sela jendela kamar. Suara adzan tahajud pukul dua dini hari. Teringat bahwa hari ini banyak agenda, banyak orang yang harus ditemui dalam sebuah pertemuan. Terkadang kantuk tak tertahankan dan rasa malas yang ikut menyelimuti. Rasanya ingin tidur sampai siang lalu bangun hanya untuk buang air dan kembali ke kasur lalu menyalakan tv menonton Spongebob sambil menikmati sarapan. Sontak ingatan tentang rencana hari ini terlampau banyak untuk dilakukan. Sampai bingung mana yang harus didahulukan. Waktu seharian rasanya tidak cukup untuk bisa melakukan kesemuanya. Andana kembali mengecek catatan kecilnya didalam tas ransel coklat miliknya. "Ah banyak sekali kegiatan hari ini." Ia biasanya menulis agendanya runtut dari pagi sampai malam lengkap dengan waktunya. Meskipun terkadang meleset dengan perencanaan yang ia buat. Setidaknya dia tahu bahwa estimasi waktu yang ia buat akan membuatnya lebih terarah setiap harinya. Ia menggunakan patokan dengan catatan itu. Di jam sekian ia harus melakukan apa, dan selanjutnya dan seterusnya hingga hari itu selesai. Seringkali waktu yang ia buat meleset 30 menit dari rencana. Selalu begitu. Tapi tidak pernah lebih banyak.
Andana selalu memimpikan masa depannya akan lebih baik. Tentu ia tahu, mimpi tidak akan menjadi nyata tanpa diusahakan. Ia berusaha untuk bekerja lebih keras untuk mencapai mimpi diatas angannya. Banyak orang yang ia kagumi layaknya mereka sudah mencapai apa yang mereka ingini. Meskipun nyatanya mimpi mereka belum ada setengah perjalanan untuk diwujudkan. Andana kira seorang kawannya yang hebat telah merasa cukup atas apa yang ia peroleh. Ia rasa apa yang ia lihat di sosial media kawannya itu adalah mimpi banyak orang. Banyak yang kagum kawannya sampai dititik itu. Ternyata tidak cukup untuk kawannya. Ia masih akan meraih hal-hal baru yang menantang. Ia menuliskannya pada sebuah laman "Aku punya mimpi, selangkah demi selangkah, rencana demi rencana, aku melesat mewujudkan."
*Bersambung
Komentar
Posting Komentar