Amarah

                    picture by Pinterest 

Aku tidak mengajarkan kesabaran kepada siapa pun. Karena aku pun seorang pemarah. Aku meredam amarah ku sendiri. Menenangkan kecamuk yang mengambil alih logika. Dan begitupun kamu, sama dengan ku. Amarah mu reda karena diri mu sendiri. 

Jika kamu tidak berdamai dengan masa lalu, kamu tidak akan melihat masa depan.

Pada suatu waktu kamu akan menyadari bahwa kamu telah jatuh hati kepada orang yang salah. Orang yang pernah membuat mu paling beruntung dan bahagia saat itu. Orang yang mampu memahami mu lebih dari apa yang kamu harapkan. Orang yang bahkan selalu meminta maaf pada hal-hal kecil, pada kesalahan yang menurutnya akan membuat mu terluka. Pada hal-hal yang dapat mengecewakan, ia berusaha untuk tidak melakukannya. Dia menjaga hati mu sekuat tenaga. Meminta mu untuk tetap percaya akan hal-hal baik yang akan datang. Untuk membuat mu tidak lagi merasakan kehancuran. Membuat sosok yang selalu ada, ia berusaha untuk menghadirkan hal itu dalam hidup mu. Membawa mu ke dalam angan yang tinggi dan kau tersenyum karena angan itu pasti akan nyata. Ia membuat mu untuk tidak lagi putus harap. Tapi akhirnya ia lelah dan pasrah. Ia memilih untuk kembali menjadi siapa dia pada awalnya di hidup mu. Bahkan untuk  resiko akan kehilangan ia nampaknya sudah siap. Mungkin akan jadi cerita dimana ia pernah mengenal mu. 

Komentar