Akulah Mahasiswa yang Bersembunyi Itu



Aku datang pada suatu hari, mendaftar perguruan tinggi. Belajar dan bersosilisasi. Akademisi diatas segalanya. Hingga aku tak berani menjadi pengkritisi. Aku takut melakukan aksi. Aku takut dikriminalisasi. Aku diamkan kesalahan. Butuh ku hanya datang belajar dan bertemu teman. Persetan dengan pelanggaran. Aku tidak peduli. Aku tergerak untuk diam. Biarkan. 
Mereka yang lantang menyerukan aksi. Berkumpul dititik pertemuan membawa semangat. Dan disana aku yang hanya datang dibalik keramaian itu. Ya aku yang bersembunyi. Aku yang hanya bersembunyi dibalik jas almamater ku. Aku disebut sebagai mahasiswa. Aku sudah menjadi mahasiswa bukan lagi anak sekolah. Aku tidak mau diperintah. Aku bebas. Aku berani. Tapi itu hanya dalam hati. Aku tunduk pada kekuasaan. Aku takut akan aturan. Aku tak berani. Aku datang hanya untuk mendapatkan gelar. Aku datang hanya untuk mendapatkan teman. 

Tulisnya dalam sebuah laptop penuh dengan sticker. Ia menceritakan kisah tentang si mahasiswa baru yang duduk di rel kereta api menyaksikan demonstrasi. Rendra mencoba menulis sebuah kisah dari mahasiswa yang pernah terlibat dalam demonstrasi namun mengalami kegundahan ditahun pertama ia menjadi mahasiswa. Rendra merasa kisah itu harus ia tulis untuk dipersembahkan menjadi sebuah buku.

Bersambung*

Komentar