Tentang Buku Serta Orang Yang Ada Dalam Toko dan Kedai Kopi Kala Itu
Hari ini aku baru membuka segel buku yang aku beli di Sleman beberapa waktu lalu. Disana aku mengingat banyak temu. Pertemuan dengan orang yang tidak aku kenal dan menanyaiku tentang buku apa yang terakhir aku baca. Beberapa waktu terakhir sebelum pergi ke Sleman atau bahkan sebelum terpikirkan akan pergi ke Sleman. Aku membaca beberapa buku. Novel dari penulis yang saat ini banyak digandrungi orang-orang di jagat maya, biografi tokoh sosialis Indonesia, buku psikologi komunikasi dan metode penelitian.
Pada dua bacaan selain novel, salah dua dari tiga orang yang bertanya soal buku yang terakhir aku baca kembali bertanya.
"Sampai dihalaman berapa?." Aku tidak bisa menjawab pertanyaan itu dengan lugas. Entah aku benar-benar lupa sampai halaman berapa aku terakhir membacanya. Aku sudah merampungkan membaca novel, tapi untuk buku biografi, psikologi komunikasi aku tidak menyelesaikan. Begitupun buku metode penelitian. Aku hanya membolak balikan halaman per halaman mencari apa yang hendak aku temukan disana. Mencari isian dari daftar isi, mengecek halaman, dan mencari judul atau sub judul lalu menuliskannya dilembaran word pada alat yang disebut laptop. Ya memang karena aku sedang mengerjakan tugas. Maka buku ini aku baca.
Namun selain buku untuk keperluan tugas. Aku membacanya sampai dibeberapa halaman. Mungkin sudah banyak tapi tidak lebih banyak dari novel. Belom juga aku menyelesaikannya. Bukankah dengan begitu aku hanya akan mendapatkan beberapa isian saja. Dan bisa jadi aku akan banyak membicarakan buku itu tapi sebenarnya aku tidak menyelesaikan membacanya. Menyimpulkan isi dari sebuah buku tanpa tahu dihalaman terakhir penulis menaruh apa disana selayaknya akan menjadi sebuah konklusi yang buruk.
"Apa yang kamu inget dari buku itu? Kalimat tertentu misalnya." Ia memberi contoh untuk aku mengutip apa yang ada di buku itu untuk disampaikan. Ternyata sama saja aku tidak ingat. Lalu apa gunanya aku membaca. Dalam hati aku terus bertanya pada diri ku sendiri. Melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang mengarah penyalahan diri. Aku membaca buku ketika tidak ada hal lain yang aku kerjakan. Bukan meluangkan waktu untuk membaca. Mungkin sebab itu aku tidak paham tentang isinya. Atau memang isi dari buku itu memanglah berat untuk aku pahami. Terkadang aku mengingat sesuatu jika itu menarik. Atau jika aku suka. Namun seharusnya memanglah aku bisa memfokuskan pikiran ku ketika membaca. Percuma menghabiskan waktu dengan banyaknya buku bacaan tapi otak masih kosong.
Komentar
Posting Komentar