Di Jendela Aku Menatap Pengangkut Sampah
Sudah 7 hari Zika berada di kamar beratap seng ini. Kalau siang panas, kala malam juga panas. Kantuk yang tak tertahankan tapi harus tetap mengerjakan kewajiban. "Ya namanya tanggung jawab yang sudah diemban. Mau gimana lagi. Ya selesaikan. Dikerjakan berjam-jam hingga larut malam, dikirim dini hari. Di revisi pagi hari, dikerjakan lagi sampai bertemu dini hari berikutnya." Ucap Zika dalam hati.
Suara alarm kamar sebelah selalu bunyi. Bahkan sampai hapal hitungan jeda alaram itu. 4-6 kali mungkin jedanya 20 menitan. Dimulai jam 2-4. Bukan dia yang bangun justru aku yang dibuat terjaga.
Melihat ke jendela membayangkan rasanya jadi orang lain. Memandang ke bawah dari lantai 3 melihat bapak pengangkut sampah pikiran Zika melayang. Malam yang sudah akan larut masih mengais rezeki yang entah untuk siapa. Jika sudah berkeluarga tentu untuk anak istri.
Komentar
Posting Komentar