Turut Bahagia Mas

Membuka salah satu fitur yang tersedia di WhatsApp, story. Malam sudah menunjukkan pukul 23.09 WIB. Ada keterangan yang lain dari biasanya. Story WhatsApp kawan ku. Memasang foto anggun, cantik dan adem. Tidak seperti biasanya yang selalu dipenuhi story lawak atau bahkan barbar. Adem sekali mas, kau memberi ucapan selamat ke wanita yang entah siapa aku tidak mengenalnya. Aku turut bahagia mas hanya dengan melihat story mu saja. Sebagai sahabat mu aku tau beberapa kisah pilu mu tentang wanita. Kau bilang wanita tidak akan memandang pada lelaki yang tak tampan. Kau sudah kehabisan energi untuk percaya diri. Kau baik, teramat baik dan pengertian. Kau juga jujur untuk menolak hal yang memberatkan untuk kau lakukan saat orang lain hanya memanfaatkan mu. Kau berani mengatakan emoh saja bagi ku sudah baik. Ya menolak untuk dipesuruh. Tapi ingat ya mas, kebaikan mu harus tetap ada. Tolong menolong itu baik. Menolong tanpa ditolong kembali mungkin pernah kamu pikirkan hal itu. Tapi percaya saja nanti hal-hal yang baik akan kembali pada mu. Seperti hari ini yang mungkin saja kau gembira. Mungkin itu adalah doa baik yang terucap dari mereka yang kau tolong untuk Tuhan melakukan hal yang membahagiakan untuk mu. 

Selamat juga ya mas, sungguh aku ikut berbahagia.
Tapi jawab dulu pertanyaan ku "Calon jodoh mu kah mas itu?"

Komentar