Rendra

Aku tidak tau bagaimana konsep Tuhan mempertemukan kita hingga saat ini masih berkenalan baik. Kamu sering dateng ke rumah sekalipun hanya mampir selepas kerja. Entah minum kopi hitam, teh panas, atau nyemil emping buatan ibu. Dulu sekali, sekitar 5 tahun yang lalu kita berkenalan di Seminar Loka Karya. Aku memang orang yang tidak mudah bergaul waktu itu. Tapi keinginan ku bertolak belakang. Ingin punya banyak teman tapi susah memulai percakapan. Tiba-tiba orang disebelah tempat duduk ku menyodorkan tangan besarnya. 
"Rendra" ucap mu dengan percaya diri sodoran tangan itu akan aku balas.
Aku masih kaget tapi pura-pura biasa saja, ya untuk terlihat lebih bisa mengikuti suasana. 
"Ndara" ucap ku singkat ditambah senyum sedikit waktu itu. Biar tidak terlihat galak dan pelit senyum atau bahkan sombong.

Komentar