Dewasa yang Bagaimana yang Kau Maksudkan

Dewasa itu yang seperti apa?  Sifatnya? Cara dia memandang sesuatu? Pemikirannya? Atau umurnya?. Rio bertanya pada dirinya sendiri. "Aku dirumah dikatakan dewasa dalam berpikir namun kelakuan ku seperti anak kecil." Merengek, pura-pura menangis. Bukan. Bukan aku tak mau dewasa, aku hanya senang bermain sandiwara seperti itu. Mengibaratkan aku sebagai anak kecil yang terus bermanja ke ibu dan bapaknya. Memang bukan anak-anak pun bisa melakukannya. Tapi tidak pantas jika dipandang orang. Tidak waras katanya. Terlalu pedas mulut-mulut tetangga ku. Begitu saja dikatakan tidak waras. Memang tidak banyak yang bisa menerima perbedaan reaksi dan ekspresi yang dimiliki oleh setiap orang. Biasanya suatu penerimaan ada karena budaya yang membentuk. Budaya bahwa semakin bertambahnya usia berarti semakin cakap pikirannya semakin meninggalkan hal-hal yang berkaitan dengan tingkah laku kekanak-kanakan. Padahal tidak juga. 
Katanya dewasa itu menyebalkan. Ya memang kalau dianggap sok tua. Apalagi wajah yang dikatakan tua karena pemikiran yang dewasa. Terlebih bagi beberapa orang yang ingin selalu muda. Kata tua sangat menyinggung sekali.
Dewasa adalah seuatu fase yang ditempuh untuk mampu menentukan pilihan. Bukan dipaksa untuk menghadapi kenyataan. Kenyataan memang harus dihadapi, terpaksa atau sukarela. Kata dewasa seperti segala hal memang terletak ditangan mu sendiri. Kamu pembuat keputusan dalam diri mu sendiri. Dewasa layaknya sebuah perjalanan. Jika ada tuntutan didalamnya. Itu berarti memang alur.

Komentar